Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

Pantai Wartawan, Panorama Alam Sumber Air Panas Lampung

Pantai Wartawan
Jika biasanya Anda ke pantai untuk menikmati keindahan laut dan pasirnya, di Pantai Wartawan Lampung,Anda juga dapat menikmati sensasi keunikan lain. Fenomena unik yang terjadi di pantai ini adalah kepulan asap yang juga memancarkan air panas yang keluar dari bebatuan di sekitar pantai. Air bersuhu panas ini bahkan bersumber dari belasan titik mata air. Biasanya sumber air panas hanya ditemukan jauh dari pantai, tapi disini pengunjung dapat menikmati dua keindahan sekaligus, keindahan pantai dan fenomena unik air panasnya.
Keindahan pancaran air panasnya bisa dinikmati ketika air pantai sedang surut saat pagi atau sore hari. Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh Anda lupakan. Ya! jangan coba-coba mencelupkan kaki atau tangan ke sumber air panas ini sebab temperaturnya mencapai 80 hingga 100 derajat celcius. Sumber air panas perkirakan berasal dari anak Gunung Krakatau yang hingga kini masih aktif.

Objek wisata

Fenomena unik yakni sumber air panasnya, menjadi daya tarik tersendiri Pantai Wartawan. Air panas tersebut dipercaya oleh warga sekitar bisa mengobati berbagai jenis penyakit seperti dari rematik, alergi dan lainnya. Apabila Anda akan menyambangi pantai ini, cobalah membawa bahan makanan yang bisa direbus, Anda pun bisa menyantapnya langsung usai direbus di sumber air panasnya. Biasanya anak-anak nelayan akan membawa hasil perburuan mereka seperti ikan, udang dan telur untuk dimasak di pantai ini. Mereka lalu menikmati hasil tangkapan mereka sambil melihat pesona indahnya pantai. Anda pun tentu saja bisa melakukan hal yang sama, melakukan kegiatan memasak langsung dengan kompor alam Pantai Wartawan. Lebih unik lagi karena airnya tidak terasa asin meski berada di dekat pantai. Biasanya para wisatawan memanfaatkannya untuk membuat kopi.
Salah satu sumber air panas di pantai wartawan
Keunikan pantai ini memang hanya bisa dinikmati kala air sedang surut pada pagi atau sore hari. Jika sedang pasang tentu saja sumber air panas tadi akan tertutupi oleh air yang naik ke bibir pantai. Namun meski Anda kurang beruntung melihat fenomena pantai ini, Anda masih bisa menikmati lukisan indah alam pantai yang bisa dinikmati dari atas Bukit Botak yang letaknya tidak jauh dari sumber air panas. Panorama keindahan pantai bisa Anda nikmati dari atas bukit berketinggian 50 meter ini. Di bukit ini Anda juga dapat melihat goa dan berziarah ke makam Tubagus Sulaiman, beliau adalah seorang pendekar yang berasal dari Banten.

Lokasi

Pantai Wartawan terletak di Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya berada di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Provinsi Lampung.

Akses

Cukup mudah cara agar bisa sampai ke pantai ini, karena lokasinya persis di tepian jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Rajabasa dengan Kota Kalianda. Akses jalan juga dalam kondisi baik untuk dilewati. Jika Anda bertolak dari dari simpang Gayam pada jalur Bakauheni Bandar Lampung, maka akan menempuh jarak sekitar 31,7 Kilometer. Mengenai tarif masuk, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 2.500,- per orang. ditambah lagi jasa parkir kendaraan, biasanya berkisar antara Rp. 2.000,- untuk sepeda motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil.

Fasilitas dan Akomodasi

Di sekitar pantai sudah tersedia warung-warung yang menjajakan aneka makanan yang dapat dinikmati sambil melihat keindahan pantai. Hotel dan penginapan dapat ditemui di sekitar pusat Kota Bandar Lampung yang tidak jauh dari Pantai Wartawan.

Badak Sumatera, Badak yang Unik dan Langka dari Sumatera

Badak Sumatera
Seperti namanya, Badak Sumatera adalah salah satu hewan khas yang dimiliki Pulau Sumatera. “Badak Sumatera” (Dicerorhinus sumatrensis) sebenarnya adalah nama tradisional atas tiga sub-spesies badak, yaitu badak barat sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), Badak Timur Sumatera (Dicerorhinussumatrensis harrissoni), dan Badak Utara Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis lasiotis). “Badak utara sumatera” saat ini telah dinyatakan punah, “badak timur sumatera” yang juga ditemui di belantara Kalimantan ini diperkirakan masih ada sekitar 50 ekor, sedangkan badak barat sumatera (Dicerorhinussumatrensis sumatrensis) masih ada sekitar 200 ekor.

Badak Berbulu

Selain satu-satunya badak berbulu di dunia, badak sumatera termasuk jenis badak terkecil dari seluruh spesies badak di dunia. Bentuk tubuhnya gemuk dan agak membulat, dengan berat tubuh mencapai sekitar 909 Kg. Badak Sumatera berukuran tinggi 120 hingga 145 Cm, dan panjang sekitar 250 Cm. Badak Sumatera memiliki dua cula. Panjang cula depan sekitar 15-25 Cm, sementara cula belakang lebih kecil dengan ukuran sekitar 10 Cm. Cula pada badak betina lebih kecil dan lebih pendek daripada badak jantan.
Selain bercula dua, ciri khas Badak Sumatera adalah bulunya yang cukup panjang menyelimuti seluruh tubuh. Mulai dari samping luar kaki depan, perut, sampai di kedua kaki belakangnya. Bahkan, untuk Badak Sumatera yang hidup di alam liar, bulunya lebih lebat dibandingkan dengan yang hidup di penangkaran. Badak khas Sumatera ini adalah satu-satunya badak di dunia yang berbulu.
Pada masa bayi, hewan asli Sumatera ini dipenuhi rambut sangat lebat. Seiring pertambahan usia, pertumbuhan rambut itu menjadi semakin berkurang sehingga tidak selebat awalnya. Kondisi cuaca di tempat tinggalnya juga ikut berpengaruh pada kondisi bulu hewan endemik Sumatera ini. Bulu yang dimilikinya akan tumbuh semakin pendek di daerah panas. Sebaliknya, akan tumbuh dengan lebat di daerah dingin.
Sama halnya dengan badak jenis lainnya, Badak Sumatera berkulit tebal antara 10 hingga 16 milimeter. Pada pangkal paha, kaki depan, dan kaki belakang terdapat lipatan kulit tebal. Sehingga dari kejauhan akan nampak seperti baju zirah atau baju perang. Ciri lainnya dari hewan endemik Sumatera ini adalah mempunyai bibir atas melengkung-mengait ke bawah, warna kulitnya cokelat kemerahan.

Hewan Langka

Habitat bagi Badak Sumatera adalah daerah tepi laut hingga pegunungan yang cukup tinggi. Dengan kondisi tempat tersebut tersedia air, tempat berteduh, dan makanan yang cukup. Makanannya sendiri adalah daun dan ranting yang rendah. Uniknya badak asli Sumatera ini juga gemar memakan rotan, palem dan batang tanaman jahe.
Apabila cuaca di tempatnya cenderung cerah, Badak Sumatera biasanya memilih turun ke dataran yang lebih rendah, demi menemukan tempat yang lebih kering. Tiap hari Badak Sumatera dapat menempuh jarak jalan sejauh 12 km dalam waktu 20 jam, baik itu di malam ataupun siang hari.
Tidak hanya di Pulau Sumatera dan dalam negeri saja, Badak Sumatera sudah bisa ditemui di beberapa kebun binatang Internasional. Seperti Kebun Binatang Copenhagen, Hamburg, London, dan Kalkuta. Pengiriman tujuh ekor badak khas Sumatera juga pernah dilakukan, dari Pulau Sumatera menuju Amerika Serikat. Sayangnya, pada tahun 1997 hanya tertinggal 3 ekor saja yang tersebar di Kebun Bintang Bronx (seekor betina), Kebun Binatang Los Angeles (seekor betina), dan Kebun Binatang Cincinati (seekor pejantan). Melihat kondisi tersebut akhirnya diputuskan bahwa ketiganya dikumpulkan di Kebun Binatang Cincinati.
Sedangkan di Indonesia, fauna khas Sumatera ini dilindungi di beberapa Taman Nasional diPulau Sumatera, seperti di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Di Taman Nasional ini, populasi Badak Sumatera diperkirakan hanya tinggal 60 sampai 80 ekor saja. Jumlah tersebut merupakan populasi terbanyak ke-2 di dunia. Selain itu, hewan unik ini juga kerap ditemui di pedalaman hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Gunung Leuser, dan Taman Nasional Way Kambas yang juga berada di Sumatera.
(written by Ika Wahyuni)